VIVAnews - Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Muhammad Yusuf mengatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi meminta institusinya menelusuri rekening para artis yang diduga terkait dengan tersangka Tubagus Chaery Wardana alias Wawan. Namun, menurut Yusuf, sementara ini pihaknya belum menemukan aliran dana ke artis.
"Sementara itu, nggak tahu ke depan. Kan ini proses," kata Yusuf saat ditemui di Hotel Merlynn Park Jalan KH Hasyim Ashari, Jakarta Pusat, Kamis 13 Februari 2014.
Yusuf menduga ada pihak ketiga yang menjadi perantara transaksi di antara mereka. Dia melihat situasinya hampir mirip dengan dua unit mobil milik anggota DPRD Banten yang disita KPK karena diduga hasil pemberian Wawan. "Nanti kita coba telusuri," ujarnya.
Yusuf memastikan, PPATK akan mencari informasi yang diminta KPK berdasarkan kewenangan yang mereka miliki. Dan, semua itu masih dalam proses.
Terkait aliran dana ke artis Jennifer Dunn, PPATK akan menelusurinya lebih dalam. Yusuf akan memeriksa cara pembayaran yang dilakukan tersangka Wawan, apakah secara langsung atau ada pihak ketiga yang membayar.
"Seperti kasus kakak perempuannya (Ratu Atut), itu kan ada juru bayarnya, itu bisa kita dapatkan informasinya. Sepanjang ada pihak ketiga, dia bertanggung jawab. Dugaannya ada pihak ketiga karena kalau langsung, nggak ada transaksi dalam rekening. Kita akan tracking sumbernya," ucapnya.
Sebelumnya, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi kembali menyita sebuah mobil, Rabu 12 Februari 2014, terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang dengan tersangka Tubagus Chaery Wardana alias Wawan – adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.
Kali ini, penyidik KPK menyita mobil Toyota Vellfire berwarna putih bernomor polisi B 510 JDC. Mobil mewah tersebut disita dari kediaman seorang artis. “Mobil disita dari rumah milik Jennifer Dunn di Jalan Bangka, Jakarta Selatan,” ujar Juru Bicara KPK Johan Budi.
Johan mengatakan, mobil tersebut diduga masih terkait tindak pidana pencucian uang yang dilakukan Wawan. (umi)
Komentar
Posting Komentar