Kasuari hilang saat disita, mantan marinir terancam dipolisikan


MERDEKA.COM. Salah satu burung kasuari yang dipelihara HP, seorang mantan anggota marinir, raib dari kandangnya saat hendak disita oleh tim gabungan BKSDA, Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki dan Polres Minahasa Utara. HP pun terancam akan dipolisikan.


"Saat hendak melakukan penyitaan, burungnya sudah hilang tidak berada dalam kandang," ujar Prof Willie Smith, penyelamat satwa dari Tasikoki kepada sejumlah wartawan di Meximo Caffe Manado, Rabu (16/4).


Dia pun kecewa dengan kejadian tersebut. Hal ini karena salah satu unggas endemik Papua tersebut merupakan satwa yang dilindungi bukan untuk dipelihara warga.


Dirinya menduga jika salah satu satwa mempesona di Indonesia tersebut sengaja disembunyikan oleh pemiliknya yang tinggal di Kelurahan Sukur, Airmadidi, Minahasa Utara itu. Terakhir saat terlihat, burung ini nampak sakit dan berada dalam kandang yang kotor sehingga berpotensi menularkan penyakit.


"Kandangnya kotor dan jorok. Ini bisa menyebabkan bertumbuhnya jamur dan parasit yang kemudian dapat menulari manusia," jelasnya.


Dia mengaku akan melakukan upaya hukum dan mengawal prosesnya sampai tuntas jika pemilik burung Kasuari tidak menyerahkan satwa yang termasuk burung paling berbahaya di dunia versi Guiness Book of Record ini.

Disadari Smith yang telah puluhan tahun melakukan upaya perlindungan satwa liar di tanah air, program konservasi lingkungan termasuk hewan-hewan langka, banyak menemui kendala yang justru datang dari pihak-pihak yang mengerti hukum.


"Orang-orang yang sering memelihara hewan langka justru itu justru beberapa pejabat, oknum tentara dan polisi, artis serta pengusaha sehingga membuat kita kesulitan melakukan penyelamatan," pungkas dia.


Topik hangat hari ini:

4 Kisah PSK dibunuh pelanggannya usai kencan

Puan sebut Jokowi tak mungkin pimpin pasukan dalam perang

Lima kisah kenikmatan membawa sengsara

Ini manusia kanibal di Pakistan yang sembunyikan kepala di rumah

Cek potensi penyakit dengan memeriksa 7 anggota tubuh ini


Sumber: Merdeka.com

Komentar