KapanLagi.com: Hodijah | Fenomena Artis Instan, Tanpa Bakat ...

Kapanlagi.com - Fenomena artis dadakan di Indonesia marak sejak beberapa tahun terakhir ini. Hal ini dibantu dengan kemudahan teknologi yang seakan menyokong semua orang untuk melakukan apa saja.

Belum lagi banyaknya orang yang mendadak tenar di Hollywood yang memicu semua orang untuk ikut bermimpi menjadi pesohor. Ya semua pesohor mengawali karir dari impiannya, begitu pula dengan Agnez Mo.


Bahkan pada tahun 2009, TPI (sekarang menjadi MNC) membidik dengan cermat fenomena ini dengan membuat sebuah acara bertajuk Mendadak Artis. Mereka pun menyaring siapa saja yang memiliki bakat unik dan nantinya akan diorbitkan.


Di Indonesia, kini sudah ada Shinta dan Jojo, Norman Kamaru, Yoga Irama, Tegar dan yang terbaru adalah Hodijah . Namun tak sedikit yang menyangsikan dan menuduh bahwa mereka tak memiliki bakat apapun.


Menjadi artis instan kini seakan menjadi pilihan bagi mereka yang ingin mewujudkan impiannya. Dari cara yang normal hingga cara segila mungkin dan tujuannya hanya satu, popularitas.


Hodijah Sosok Fenomenal/@hodijahyellowHodijah Sosok Fenomenal/@hodijahyellow


Silih berganti seiring jaman, fenomena ini muncul di Indonesia dan selalu menimbulkan perdebatan benar atau salah. Pun begitu semua orang seakan tertarik untuk mengetahui siapa sosok fenomenal ini. Seperti halnya Hodijah, tak sedikit orang yang mencaci akan keberadaanya, akan mimpi-mimpinya, namun mereka tetap penasaran dan memantau apa yang ia lakukan.


Namun benarkah artis instan ini identik tanpa modal bakat sama sekali? Bukankah sebua keunikan yang menjadi fenomen aini merupakan sbeuah bakat tersendiri?


Hodijah adalah cerminan bagi mereka yang ingin mewujudkan mimpi, namun di sisi lain adalah sebuah obsesi akan mimpi yang membuatmu merasa seorang selebritis. Dan pastinya banyak Dijah-Dijah lainnya yang mengantre kesempatan yang sama.


Sebuah kisah lama yang terus akan terulang, diawali dari sebuah hujatan dan kini menjadi tenar yang selalu ada dalam cerita setiap pesohor. Akankah kita iri apabila Dijah bisa mewujudkan semuanya kelak? (kpl/faj)



Komentar